Panduan Teknis

Apa Itu Sensor Tekanan Industri? Cara Kerja, Jenis, dan Panduan Memilih

Oleh Tim Teknis SEGMENsensor 9 Agustus 2026 Waktu baca: 10 menit

Poin Utama

  • Sensor tekanan mengubah tekanan mekanis menjadi sinyal listrik — teknologi piezoresistif dengan rangkaian Wheatstone bridge adalah yang paling umum di industri.
  • Output 4-20mA adalah standar industri karena kebal terhadap noise EMI, dapat ditransmisikan jarak jauh, dan memiliki deteksi kegagalan bawaan (di bawah 4mA = kabel putus).
  • Tiga jenis utama: gauge (relatif atmosfer), absolute (relatif vakum), dan differential (selisih dua titik) — pilihan bergantung pada aplikasi dan media pengukuran.
  • Untuk media korosif: gunakan SS316L atau Hastelloy C276; untuk lingkungan tercelup: pastikan rating minimal IP68.

Apa Itu Sensor Tekanan?

Sensor tekanan adalah perangkat instrumentasi yang mengubah tekanan mekanis menjadi sinyal listrik yang dapat diukur, ditransmisikan, dan diproses oleh sistem kontrol industri. Dalam lingkungan pabrik modern, sensor tekanan berperan sebagai "indra perasa" sistem — memastikan setiap pipa, tangki, reaktor, dan sistem fluida beroperasi dalam batas tekanan yang aman dan optimal.

Penting untuk memahami perbedaan terminologi yang sering membingungkan di lapangan: sensor tekanan secara teknis merujuk pada elemen sensing (bagian yang langsung bersentuhan atau merasakan tekanan), transmitter tekanan merujuk pada perangkat lengkap yang mencakup elemen sensing plus elektronik pengkondisian sinyal dan housing dengan output terstandarisasi (4-20mA, 0-10V, dll), sementara pressure gauge adalah perangkat mekanis yang menampilkan tekanan secara visual tanpa sinyal listrik. Dalam praktik industri, istilah "sensor tekanan" dan "transmitter tekanan" sering digunakan secara bergantian untuk menyebut perangkat lengkap dengan output sinyal elektronik.

Prinsip dasar semua sensor tekanan adalah sama: tekanan yang diterapkan menyebabkan deformasi mekanis pada elemen sensitif (diafragma) — deformasi ini kemudian diubah menjadi perubahan sinyal listrik yang proporsional dengan besar tekanan. Besarnya perubahan sinyal inilah yang kemudian dikalibrasi untuk menghasilkan pembacaan tekanan yang akurat.

4-20mA
Output Standar Industri
±0.1%
Akurasi Premium FS
IP68
Proteksi Tertinggi

Cara Kerja Sensor Tekanan: Prinsip Dasar

Inti dari hampir semua sensor tekanan industri modern adalah diafragma sensing element — lempengan tipis yang fleksibel, biasanya terbuat dari stainless steel 316L atau paduan nikel khusus. Saat tekanan diterapkan pada satu sisi diafragma, diafragma melentur secara proporsional. Defleksi mekanis kecil ini kemudian dideteksi dan diubah menjadi sinyal listrik melalui salah satu dari beberapa metode teknologi.

Teknologi Deteksi Piezoresistif (Paling Umum)

Teknologi piezoresistif adalah metode yang paling banyak digunakan di industri saat ini. Pada sensor piezoresistif, empat resistor silikon (atau logam foil) ditanam langsung pada permukaan diafragma dalam konfigurasi yang disebut rangkaian Wheatstone bridge. Saat diafragma melentur akibat tekanan, dua resistor mengalami tegangan tarik (resistance meningkat) dan dua lainnya mengalami tegangan tekan (resistance menurun).

Ketidakseimbangan yang dihasilkan dalam rangkaian Wheatstone bridge menghasilkan tegangan output yang berbeda-beda secara proporsional dengan tekanan. Secara matematis: tekanan mengikuti hukum dasar P = F/A (gaya dibagi luas permukaan diafragma), dan besar defleksi diafragma berbanding lurus dengan tekanan yang diterapkan. Sinyal tegangan kecil ini kemudian dikuatkan dan dikondisikan oleh sirkuit elektronik internal untuk menghasilkan sinyal output standar.

Sinyal Output yang Tersedia

Sensor tekanan industri tersedia dengan berbagai pilihan sinyal output untuk mengakomodasi berbagai sistem kontrol:

4-20mA adalah standar industri yang paling dominan — sinyal arus dua kawat yang dapat ditransmisikan ratusan meter tanpa degradasi kualitas, kebal terhadap noise elektromagnetik, dan memiliki mekanisme deteksi kegagalan bawaan. 0-5V / 0-10V cocok untuk jarak dekat dalam panel kontrol. RS485 / Modbus RTU memungkinkan komunikasi digital multi-drop untuk sistem SCADA jarak jauh. IO-Link adalah standar terbaru untuk integrasi langsung dengan sistem kontrol berbasis Industri 4.0.

Jenis Sensor Tekanan Berdasarkan Referensi Pengukuran

Memahami jenis referensi pengukuran adalah langkah pertama yang kritis dalam memilih sensor tekanan yang tepat. Terdapat empat kategori utama, masing-masing dengan karakteristik dan aplikasi yang berbeda.

Gauge pressure (tekanan relatif) mengukur tekanan relatif terhadap tekanan atmosfer ambien — nilai 0 bar berarti tekanan sama dengan atmosfer. Ini adalah jenis yang paling umum digunakan dalam aplikasi industri seperti monitoring tangki, sistem pipa, dan kontrol pompa. Ketika Anda mengisi ban kendaraan hingga "2.5 bar", angka tersebut adalah gauge pressure.

Absolute pressure (tekanan absolut) mengukur tekanan relatif terhadap vakum sempurna — nilai 0 bar berarti vakum total, sementara tekanan atmosfer normal setara dengan sekitar 1.013 bar absolut. Jenis ini digunakan dalam proses farmasi, industri semikonduktor, dan aplikasi di mana nilai tekanan absolut diperlukan untuk perhitungan termodinamika yang presisi.

Differential pressure (tekanan diferensial) mengukur selisih tekanan antara dua titik pengukuran. Aplikasinya sangat luas: monitoring filter (perbedaan tekanan sebelum dan sesudah filter menunjukkan tingkat kebuntuan), pengukuran aliran fluida (menggunakan pelat orifice atau venturi tube), dan monitoring level tangki tertutup bertekanan.

Sealed gauge adalah varian gauge pressure di mana sisi referensi disegel dengan tekanan atmosfer yang diambil saat sensor diproduksi — bukan atmosfer ambien saat operasi. Ini berguna untuk aplikasi di mana fluktuasi tekanan atmosfer (perubahan ketinggian atau cuaca ekstrem) dapat memengaruhi akurasi pengukuran, serta untuk media korosif yang tidak boleh mengontaminasi sisi referensi.

Jenis Referensi Rentang Tipikal Aplikasi Utama
Gauge Pressure Tekanan atmosfer ambien 0–1 bar hingga 0–600 bar Tangki, pipa, pompa, kompresor
Absolute Pressure Vakum sempurna (0 bar) 0–1 bar (vakum) hingga 0–400 bar abs Farmasi, semikonduktor, proses vakum
Differential Pressure Selisih dua titik ukur 0–10 mbar hingga 0–40 bar DP Filter monitoring, flow measurement, level tangki
Sealed Gauge Atmosfer tersegel saat produksi 0–100 bar hingga 0–1.000 bar Media korosif, aplikasi tekanan tinggi

Jenis Sensor Tekanan Berdasarkan Teknologi Sensing

Di balik diafragma yang sama, berbagai teknologi sensing dapat digunakan untuk mendeteksi defleksi mekanis. Setiap teknologi memiliki profil kelebihan dan keterbatasan yang berbeda, menjadikan pilihan teknologi sangat bergantung pada kebutuhan spesifik aplikasi.

Piezoresistif MEMS

Teknologi paling dominan dalam sensor tekanan industri modern. Menggunakan chip silikon MEMS (Micro-Electro-Mechanical Systems) dengan resistor piezoresistif yang difabrikasi langsung pada diafragma silikon. Akurasi tipikal ±0.1% FS untuk model premium, rentang suhu operasi -40°C hingga +85°C (dengan kompensasi elektronik), dan biaya manufaktur rendah berkat produksi skala besar. Hampir semua sensor tekanan industri entry-to-mid range menggunakan teknologi ini.

Kapasitif

Mengukur perubahan kapasitansi antara diafragma yang bergerak dan elektroda referensi tetap. Teknologi ini memberikan sensitivitas sangat tinggi untuk tekanan rendah dan vakum — mampu mengukur tekanan di bawah 1 mbar dengan resolusi sub-Pascal. Digunakan dalam instrumen tekanan rendah, pengukuran vakum proses, dan aplikasi meteorologi presisi. Kelemahannya: lebih sensitif terhadap suhu dan lebih mahal dari piezoresistif untuk rentang tekanan menengah-tinggi.

Piezoelektrik

Menggunakan efek piezoelektrik dari kristal kuarsa atau keramik PZT — bahan yang menghasilkan muatan listrik saat mengalami deformasi mekanis. Teknologi ini unggul untuk mengukur tekanan dinamis (berubah sangat cepat) dan kejutan (shock pressure) — seperti tekanan ledakan, tekanan pembakaran mesin, gelombang tekanan akustik, dan monitoring kavitasi pompa. Tidak cocok untuk tekanan statis karena muatan yang dihasilkan akan bocor seiring waktu.

Thin-Film Metal

Lapisan logam sangat tipis (nichrome atau tantalum nitride) diendapkan langsung pada diafragma baja melalui proses sputtering vakum, membentuk strain gauge yang terintegrasi. Teknologi ini memberikan stabilitas termal superior — ideal untuk aplikasi suhu tinggi di atas 150°C di mana chip silikon MEMS tidak dapat beroperasi secara andal. Umum digunakan di industri oil & gas, proses kimia suhu tinggi, dan aplikasi tekanan tinggi ekstrem.

Teknologi Akurasi Tipikal Rentang Tekanan Aplikasi Terbaik
Piezoresistif MEMS ±0.1% – ±0.5% FS 0–10 mbar hingga 0–600 bar Industri umum, proses, manufaktur
Kapasitif ±0.05% – ±0.1% FS Vakum hingga 0–40 bar Tekanan rendah/vakum, presisi tinggi
Piezoelektrik ±1% – ±3% FS 0–10.000 bar (dinamis) Tekanan dinamis, shock, pembakaran
Thin-Film Metal ±0.1% – ±0.3% FS 0–1 bar hingga 0–1.000 bar Suhu tinggi, oil & gas, kimia

Parameter Kunci Saat Memilih Sensor Tekanan

Memilih sensor tekanan yang tepat memerlukan evaluasi sistematis terhadap beberapa parameter teknis. Kesalahan dalam satu parameter saja dapat mengakibatkan pengukuran yang tidak akurat, kerusakan sensor prematur, atau bahkan risiko keselamatan.

Rentang Tekanan (Range)

Aturan umum: pilih sensor dengan rentang tekanan 1.5 hingga 2 kali tekanan operasi normal. Misalnya, jika sistem beroperasi pada 10 bar, pilih sensor dengan range 0–16 bar atau 0–20 bar. Overpressure sesekali (hingga 1.5× range sensor) tidak merusak sensor, tetapi tekanan di atas batas burst akan merusaknya secara permanen. Hindari memilih range yang terlalu besar — sensor yang dioperasikan hanya pada 10% dari range-nya akan memiliki akurasi yang jauh lebih buruk dari spesifikasi.

Akurasi (%FS)

Akurasi dinyatakan sebagai persentase dari Full Scale (FS) — skala penuh sensor. Untuk aplikasi proses industri yang memerlukan kontrol presisi: pilih ±0.1% FS. Untuk monitoring umum, alarm, dan logging data: ±0.5% FS biasanya sudah memadai. Perhatikan bahwa spesifikasi akurasi biasanya mencakup non-linearity, hysteresis, dan repeatability — bukan hanya error offset.

Kompatibilitas Material dan Media

Material bagian yang bersentuhan dengan media (wetted parts) harus kompatibel secara kimia. Stainless steel 316L adalah pilihan standar untuk air, minyak mineral, dan sebagian besar cairan proses non-korosif. Untuk asam kuat (HCl, H₂SO₄) atau basa pekat (NaOH): pertimbangkan Hastelloy C276 atau diafragma PTFE/Teflon. Untuk gas bertekanan tinggi murni: pastikan tidak ada kontaminan yang dapat bereaksi dengan gas tersebut.

Suhu Media dan Suhu Ambient

Perhatikan dua spesifikasi suhu yang berbeda: suhu media (temperature of the measured fluid, biasanya dinyatakan sebagai "process temperature") dan suhu ambient (suhu lingkungan di sekitar elektronik sensor). Sensor standar umumnya mendukung media hingga +125°C dan ambient hingga +85°C. Untuk proses suhu tinggi, pertimbangkan sensor dengan isolasi termal atau koneksi ekstensi pipa kapiler untuk melindungi elektronik.

Sinyal Output

Untuk transmisi jarak jauh (lebih dari 10 meter) ke panel kontrol atau PLC: pilih 4-20mA karena sifatnya yang immune terhadap noise EMI/RFI. Untuk jarak dekat dalam panel kontrol: 0-10V atau 0-5V sudah memadai. Untuk integrasi dengan sistem digital atau Industri 4.0: pertimbangkan RS485/Modbus RTU atau IO-Link untuk kemampuan diagnostik dan konfigurasi jarak jauh.

Rating Proteksi dan Koneksi Proses

IP67 (tahan percikan dan perendaman sementara) sudah cukup untuk sebagian besar aplikasi industri. IP68 diperlukan untuk aplikasi submersi permanen. Untuk koneksi proses: G1/4 dan G1/2 (BSP/BSPP) adalah standar paling umum di Indonesia dan Asia; NPT (National Pipe Thread) untuk instalasi sesuai standar Amerika Utara; dan koneksi flange untuk aplikasi proses farmasi atau food-grade yang memerlukan sanitasi.

Output Sinyal 4-20mA: Mengapa Standar Industri?

Sinyal 4-20mA telah menjadi standar de facto untuk transmisi pengukuran di industri proses selama lebih dari lima dekade. Memahami alasannya membantu insinyur instrumentasi membuat keputusan wiring dan integrasi yang tepat.

Sejarah dan Standarisasi

Sinyal 4-20mA distandarisasi dalam ISO/IEC dan menjadi bagian dari standar ISA (International Society of Automation) untuk sistem instrumentasi dan kontrol. Dibandingkan sistem pneumatik (3-15 PSI) yang mendahuluinya, sinyal arus ini menawarkan transmisi jarak jauh yang lebih andal, tidak terpengaruh oleh perubahan tekanan atmosfer, dan dapat diintegrasikan langsung dengan sistem kontrol digital.

Keunggulan Teknis 4-20mA

Alasan utama dominasi 4-20mA adalah kekebalan terhadap noise elektromagnetik: sinyal arus (ampere) jauh lebih resistan terhadap interferensi EMI dan RFI dibandingkan sinyal tegangan (volt). Sebuah motor besar atau transformer yang berdekatan dengan kabel sinyal tegangan dapat menyebabkan error pengukuran signifikan, sementara sinyal arus tidak terpengaruh selama impedansi loop dalam batas yang ditentukan.

Keunggulan kedua adalah self-powered via current loop: sensor dengan output 4-20mA dapat beroperasi hanya dengan dua kawat — kawat yang sama membawa daya (24VDC dari PLC/controller) sekaligus sinyal pengukuran balik. Ini menyederhanakan instalasi dan mengurangi biaya kabel secara dramatis.

Keunggulan ketiga adalah built-in fault detection: titik awal 4mA (bukan 0mA) memungkinkan deteksi kegagalan otomatis — jika sinyal turun di bawah 4mA, sistem kontrol tahu bahwa ada masalah (kabel putus, sensor kehilangan daya), bukan pembacaan nol yang valid. Sinyal di atas 20mA mengindikasikan oversaturation atau kerusakan sensor.

Wiring dan Kalibrasi

Wiring 2-kawat (paling umum): kawat positif (+) dari sumber 24VDC masuk ke terminal positif sensor, kawat negatif (-) dari terminal negatif sensor ke input analog PLC/controller, dan kabel dari sisi lain input analog PLC kembali ke ground power supply. Wiring 3-kawat memisahkan ground sinyal dari ground power untuk mengurangi ground loop noise. Wiring 4-kawat menggunakan sumber daya terpisah untuk sensor dan sinyal terpisah ke PLC.

Kalibrasi menggunakan rumus konversi sederhana: P = (I - 4) / 16 × Range. Artinya: pada 4mA, pembacaan = batas bawah range (biasanya 0 bar); pada 12mA, pembacaan = 50% dari range; pada 20mA, pembacaan = batas atas range (tekanan maksimum sensor). Rumus ini diprogram ke dalam blok input analog PLC untuk mengubah pembacaan arus menjadi nilai tekanan dalam satuan engineering (bar, PSI, kPa, dll).

Aplikasi Sensor Tekanan dalam Industri

Sensor tekanan adalah salah satu instrumen yang paling banyak dipasang di fasilitas industri — hampir setiap sistem yang melibatkan fluida (cair atau gas) bertekanan memerlukan setidaknya satu titik pengukuran tekanan. Berikut adalah aplikasi kunci di berbagai sektor industri.

Oil & Gas: Monitoring tekanan sumur produksi dan pipa distribusi adalah aplikasi kritikal — tekanan yang terlalu rendah mengindikasikan kebocoran atau penurunan produksi, tekanan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan ruptur katastrofik. Sensor tekanan di aplikasi ini memerlukan rating proteksi ledakan (Ex d IIC T6) dan material yang tahan terhadap H₂S (hidrogen sulfida yang korosif).

HVAC dan Sistem Pendingin: Sensor tekanan memantau tekanan refrigeran dalam sistem kompresi — memastikan tekanan suction dan discharge dalam batas operasi optimal. Kontrol tekanan yang presisi meningkatkan efisiensi energi dan memperpanjang umur kompresor. Sensor juga digunakan untuk monitoring tekanan udara di sistem ventilasi dan ducting.

Pengolahan Air dan Wastewater: Monitoring tekanan pompa booster memastikan distribusi air pada tekanan yang konsisten. Sensor differential pressure pada filter memberi sinyal kapan filter perlu backwash — mencegah kelebihan tekanan yang dapat merusak media filter. Dalam sistem desalinasi membran RO, tekanan yang tepat adalah parameter kritis untuk efisiensi dan umur membran.

Farmasi dan Bioteknologi: Monitoring tekanan dalam tangki fermentasi, reaktor bioreaktor, dan sistem sterilisasi autoklaf harus memenuhi standar higienitas ketat (EHEDG, 3-A Sanitary). Sensor harus tahan pembersihan CIP (Clean-in-Place) dan sterilisasi SIP (Steam-in-Place) pada suhu hingga 150°C.

Manufaktur dan Otomasi: Sensor tekanan dalam sistem hidraulik mesin press memastikan gaya penekanan yang konsisten dan akurat. Monitoring tekanan udara dalam sistem pneumatik mencegah kegagalan aktuator dan pemborosan udara terkompresi. Dalam industri plastik dan karet, tekanan injeksi yang tepat menentukan kualitas produk akhir.

Industri Aplikasi Tipikal Parameter Kritis Rating Proteksi
Oil & Gas Monitoring sumur & pipa Tekanan tinggi, H₂S, suhu ekstrem IP68, Ex d IIC T6
HVAC Kontrol refrigeran & udara Rentang tekanan rendah-menengah IP65
Pengolahan Air Pompa booster, filter backwash Tekanan diferensial, tahan klorin IP67
Farmasi Bioreaktor, autoklaf, CIP/SIP Higienitas, tahan suhu 150°C IP68, sanitasi
Manufaktur Sistem hidraulik & pneumatik Respons cepat, akurasi konsisten IP67

Sensor Tekanan SEGMENsensor: Spesifikasi Teknis

SEGMENsensor memproduksi lini sensor tekanan industri yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan aplikasi berat di sektor oil & gas, manufaktur, HVAC, dan pengolahan air. Setiap unit diproduksi dan diuji sesuai standar ISO 9001 sebelum pengiriman.

0.1–1000
Rentang Bar Tersedia
±0.1%
Akurasi Model Premium
-40/+125
Suhu Media (°C)

Spesifikasi teknis lengkap lini sensor tekanan SEGMENsensor:

Parameter Model Standar Model Premium
Rentang tekanan 0–0.1 bar hingga 0–1.000 bar (gauge/absolute/differential)
Akurasi (%FS) ±0.5% FS ±0.1% FS
Sinyal output 4-20mA, 0-10V 4-20mA, 0-10V, RS485 Modbus, IO-Link
Material kontak media Stainless steel 316L SS316L / Hastelloy C276 / PTFE
Suhu media -20°C hingga +100°C -40°C hingga +125°C
Suhu ambient -20°C hingga +85°C
Rating proteksi IP67 IP67 / IP68
Proteksi ledakan Ex d IIC T6 (tersedia)
Koneksi proses G1/4, G1/2 (BSP), NPT 1/4", NPT 1/2", flange custom
Tegangan suplai 10–30VDC (loop-powered 2-kawat untuk 4-20mA)
Sertifikasi CE, RoHS, ISO 9001
Lihat Produk Sensor Tekanan → Minta Spesifikasi Kustom →

FAQ Sensor Tekanan: Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berikut adalah pertanyaan teknis yang paling sering diajukan oleh insinyur instrumentasi dan manajer teknik seputar pemilihan, pemasangan, dan penggunaan sensor tekanan industri.

Apa perbedaan sensor tekanan dan pressure transmitter?
Secara teknis, "sensor tekanan" adalah elemen sensing, sedangkan "transmitter tekanan" mencakup sensor + elektronik pengkondisian sinyal + housing dengan output standar 4-20mA/0-10V. Dalam penggunaan industri, kedua istilah sering digunakan bergantian untuk menyebut perangkat lengkap yang mengukur tekanan dan menghasilkan sinyal yang dapat dikirim ke PLC atau sistem kontrol.
Apa itu sinyal 4-20mA dan mengapa digunakan di industri?
4-20mA adalah sinyal arus DC dua kawat yang menjadi standar industri untuk transmisi pengukuran jarak jauh. Keunggulannya: kebal terhadap noise EMI (berbeda dengan tegangan yang mudah terganggu), dapat ditransmisikan hingga ratusan meter, dan memiliki deteksi kegagalan bawaan (di bawah 4mA = kabel putus, di atas 20mA = kesalahan sensor).
Berapa perbedaan antara gauge pressure, absolute pressure, dan differential pressure?
Gauge pressure mengukur tekanan relatif terhadap atmosfer (0 bar = tekanan atmosfer) — paling umum untuk tangki dan pipa. Absolute pressure mengukur relatif terhadap vakum sempurna (0 bar = vakum total) — untuk proses farmasi dan ruang hampa. Differential pressure mengukur perbedaan antara dua titik pengukuran — digunakan untuk monitoring aliran dan filter.
Apa rating IP yang dibutuhkan untuk sensor tekanan di tangki terbuka?
Untuk sensor yang tercelup langsung dalam cairan (misalnya di tangki terbuka), gunakan minimal IP68 — artinya tahan perendaman terus-menerus hingga kedalaman yang ditentukan (misalnya 3 meter selama 24 jam). Untuk sensor yang hanya terkena percikan atau cuci tekanan tinggi, IP67 sudah cukup. Sensor tekanan SEGMENsensor tersedia hingga IP68.
Bagaimana cara menghubungkan sensor tekanan 4-20mA ke PLC?
Hubungkan kawat + (positif) ke terminal input analog PLC (biasanya 0-20mA atau 4-20mA), dan kawat - (negatif) ke common/GND PLC. Sumber daya 24VDC biasanya disediakan oleh PLC atau external power supply dalam loop. Di sisi PLC, konfigurasikan input analog untuk range 4-20mA dan masukkan rentang tekanan sensor (misalnya 0-10 bar) agar pembacaan ditampilkan dalam satuan tekanan.
Apakah sensor tekanan bisa digunakan untuk media korosif seperti asam atau basa?
Ya, dengan pemilihan material yang tepat. Untuk asam ringan: material SS316L sudah cukup. Untuk asam kuat atau basa pekat: gunakan material Hastelloy C276 atau diafragma PTFE/Teflon. SEGMENsensor menyediakan varian dengan diafragma flush yang cocok untuk media korosif dan media kental yang dapat menyumbat koneksi proses standar.
Berapa rentang tekanan yang tersedia untuk sensor SEGMENsensor?
Rentang tekanan tersedia dari 0-0.1 bar (tekanan sangat rendah, seperti gas atau perbedaan tekanan kecil) hingga 0-1.000 bar (tekanan sangat tinggi untuk aplikasi hidraulik berat dan industri oil & gas tekanan tinggi). Untuk aplikasi khusus di luar rentang ini, konsultasikan dengan tim teknis kami untuk solusi kustom.
Bagaimana cara memesan sampel sensor tekanan dari SEGMENsensor?
Kirim email ke info@segmensensor.com dengan spesifikasi: rentang tekanan, jenis tekanan (gauge/absolute/differential), media pengukuran, sinyal output, suhu lingkungan, dan koneksi proses. Tim kami merespons dalam 24 jam dengan spesifikasi teknis dan penawaran harga. Sampel dikirim dalam 5-7 hari kerja via DHL/FedEx dengan jaminan kualitas ISO 9001.